Search

Denny Siregar: Corona Hapus Keangkuhan Donald Trump - Tagar News

Lihatlah kita semua sama. Akhirnya Amerika minta bantuan juga kepada China. Keangkuhan Donald Trump dan pernyataan-pernyataan rasisnya dengan perkataan "virus China" bukan corona, akhirnya dia telan sendiri mentah-mentah.

AS sendiri sekarang berada di posisi pertama, sesudah China dan Italia, dari jumlah orang yang positif corona. Lebih dari 85 ribu orang. Yang meninggal lebih dari 1.000 orang.

Tidak ada negara, sekuat apa pun dia, yang bisa bertahan dengan situasi ini.

Amerika CoronaMobil berbaris saat warga menunggu untuk melakukan uji virus corona Covid-19 di tempat pengujian lantatur (drive-thru) di Denver, Colorado, Amerika Serikat, Sabtu, 14 Maret 2020. (Foto: Antara/Reuters/Drone Base)

Mau menerapkan lockdown seperti di Wuhan, China, juga enggak mungkin. Amerika negara demokrasi. Lockdown bisa menimbulkan kerusuhan dan penjarahan.

Atau mau main sabet-sabet penduduk yang bandel kayak di India? Juga enggak mungkin. Sebagai negara HAM, pasti banyak LSM yang teriak-teriak memaki pemerintah tidak berperikemanusiaan.

Tidak ada negara, sekuat apa pun dia, yang bisa bertahan dengan situasi ini. Ribuan triliun rupiah dikucurkan untuk melawan virus dan membangun jaring pengaman ekonomi mereka. Sama seperti Indonesia. Kita semua ini sejatinya rapuh seperti jaring laba-laba, hanya merasa kuat saja.

Tapi dari sini kita bisa ambil hikmah yang terdalam.

Semua negara saling bantu, tidak peduli apa warna kulitnya, apa agamanya, apa tingkat sosialnya. Semua merasa lemah, dan ketika lemah kita condong meminta bantuan tanpa ada rasa kesombongan.

Tuhan mengajarkan kita sejenak, supaya saling berjabat tangan. Jika tidak bisa diingatkan, sebuah virus bisa jadi pelajaran.

Saya jadi ingat film berjudul Volcano, kalau tidak salah.

Di akhir cerita, ketika situasi terburuk sudah mulai mereda, seorang anak kecil yang seluruh badannya tertutup debu, melihat sekeliling dan melihat kenyataan bahwa semua orang sama seperti dirinya, bermandikan debu. Semua orang. Termasuk ayahnya.

Yang kulit putih, hitam, kuning dan cokelat. Semua jadi berwarna abu-abu.

Dia lalu berbicara pada ayahnya, "Lihat, Yah, kita semua ternyata sama."

*Penulis buku Tuhan dalam Secangkir Kopi

Baca juga:

Berita terkait

Let's block ads! (Why?)



Dunia - Terbaru - Google Berita
March 27, 2020 at 08:09PM
https://ift.tt/2JhrLkG

Denny Siregar: Corona Hapus Keangkuhan Donald Trump - Tagar News
Dunia - Terbaru - Google Berita
https://ift.tt/2M0nSS7
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Denny Siregar: Corona Hapus Keangkuhan Donald Trump - Tagar News"

Post a Comment

Powered by Blogger.