
Vijay Thakur Singh, seorang pejabat senior di kementerian luar negeri India menyatakan keputusan diambil demi melindungi petani dan pengusaha lokal. India khawatir keterlibatan India nantinya bisa membuat pasar dalam negeri mereka dibanjiri barang-barang China serta produk-produk pertanian dan susu dari negara-negara seperti Australia dan Selandia Baru
China dan 14 negara lainnya sepakat untuk melanjutkan dan menandatangani perjanjian RCEP pada tahun depan. Menurut pernyataan bersama yang dikeluarkan negara tersebut, RCEP secara signifikan akan meningkatkan prospek pertumbuhan masa depan kawasan dan berkontribusi positif terhadap ekonomi global, sekaligus berfungsi sebagai pilar pendukung sistem perdagangan multilateral yang kuat dan promosi pembangunan ekonomi di wilayah tersebut.
"Kami menyambut baik laporan yang disampaikan oleh para menteri tentang hasil negosiasi RCEP yang dimulai pada 2013. Kami memahami 15 negara yang berpartisipasi dalam RCEP telah menyepakati negosiasi berbasis teks untuk 20 bab dan semua isu akses pasar maupun legal scrubbing yang ditugaskan kepada mereka untuk mulai ditandatangani pada tahun 2020," kata pernyataan bersama tersebut seperti dikutip dari website Sekretariat Kabinet.
Terkait India, diakui dalam pernyataan bersama itu, memiliki masalah luar biasa yang signifikan yang masih belum terselesaikan. Namun semua negara RCEP akan bekerja bersama untuk menyelesaikan masalah-masalah ini dengan cara yang saling menguntungkan.
[Gambas:Video CNN] (CNN.com/agt)
Dunia - Terkini - Google Berita
November 05, 2019 at 08:30PM
https://ift.tt/2qwvqVv
Khawatir 'Dijajah' Produk China, India Emoh Teken RCEP - CNN Indonesia
Dunia - Terkini - Google Berita
https://ift.tt/2M0nSS7
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Khawatir 'Dijajah' Produk China, India Emoh Teken RCEP - CNN Indonesia"
Post a Comment