Seperti dilansir AFP, Senin (9/12/2019), aktivis terkemuka Hong Kong memperingatkan para pemimpin pro-Beijing bahwa mereka memiliki 'kesempatan terakhir' untuk mengakhiri krisis politik. Penyelenggara unjuk rasa dalam pernyataannya menyebut sekitar 800 ribu orang berkumpul di pusat kota Hong Kong dalam aksi massa yang berlangsung selama berjam-jam pada Minggu (8/12) waktu setempat.
Kepolisian Hong Kong, yang biasanya menyebut jumlah lebih kecil, menuturkan kepada media lokal bahwa sekitar 183 ribu demonstran mengikuti aksi massa pada Minggu (8/12) waktu setempat. Angka tersebut masih menjadi salah satu aksi dengan jumlah demonstran terbanyak dalam beberapa bulan terakhir.
Aksi massa pada Minggu (8/12) waktu setempat, itu mendapat izin kepolisian -- yang tergolong langka selama unjuk rasa antipemerintah digelar di Hong Kong. Saat malam hari, para demonstran menyalakan lampu pada telepon genggam mereka, sehingga memicu lautan cahaya di tengah kegelapan malam.
Kebanyakan demonstran yang hadir dengan memakai pakaian serba hitam mengungkapkan kemarahan dan rasa frustrasi karena pemimpin eksekutif Hong Kong, Carrie Lam dan otoritas China mengesampingkan konsesi apapun, meskipun pemerintah Hong Kong kalah telak dalam pemilu lokal pada November lalu.
"Tidak peduli bagaimana kami menyampaikan pandangan kami, melalui aksi damai, melalui pemilu beradab, pemerintah tidak akan mendengarkan," sebut seorang demonstran bernama Wong (50). "Pemerintah hanya mematuhi perintah dari Partai Komunis China," imbuhnya.
![]() |
Dunia - Terkini - Google Berita
December 09, 2019 at 12:50PM
https://ift.tt/2LBdhhb
800 Ribu Demonstran Antipemerintah Kembali Turun ke Jalanan Hong Kong - Detiknews
Dunia - Terkini - Google Berita
https://ift.tt/2M0nSS7
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update
Bagikan Berita Ini
0 Response to "800 Ribu Demonstran Antipemerintah Kembali Turun ke Jalanan Hong Kong - Detiknews"
Post a Comment