Search

Top! Rupiah Capai Level Terkuat 2019, Perkasa di Kurs Jisdor - CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia- Nilai tukar rupiah melawan dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot dan kurs tengah Bank Indonesia (BI) kompak menguat di perdagangan terakhir 2019, Selasa (31/12/2019).

Kurs tengah BI atau kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate/Jisdor juga berada di Rp 13.901/US$, menguat 0,31% dibandingkan Senin (30/12/2019) kemarin.

Sementara di pasar spot, rupiah menguat 0,25% dan menyentuh level terkuat tahun ini di level Rp 13.885/US$. Titik terkuat tersebut sebelumnya dicapai pada bulan Februari dan Juli, beberapa jam sebelum penutupan tahun 2019, Mata Uang Garuda berpeluang besar melewati level terkuat tersebut.


Penguatan rupiah sedikit terkoreksi, pada pukul 10:22 WIB berada di level Rp 13.890/US$.

Sentimen pelaku pasar yang sedang bagus-bagusnya memberikan tenaga bagi rupiah untuk terus menguat. Kabar terbaru dari kesepakatan dagang fase I AS-China menjadi faktor utama yang membuat pelaku pasar ceria.

Tanda-tanda kesepakatan tersebut akan diteken dalam waktu dekat semakin menguat setelah South China Morning Post kemarin mewartakan Wakil Perdana Menteri China, Liu He, akan bertandang ke Washington di pekan ini untuk menandatangani kesepakatan.

South China Morning Post yang mengutip sumber yang mengetahui perihal tersebut juga memberitakan delegasi dari Tiongkok akan berada di Washington hingga pertengahan pekan depan.

Sementara Senin waktu AS, penasehat Gedung Putih, Peter Navarro kepada Fox News mengatakan penandatanganan akan dilakukan dalam waktu satu pekan ke depan atau lebih. Navarro mengatakan kedua belah pihak masih menunggu terjemahan dari kesepakatan dagang fase I, sebagaimana dilansir CNBC International.

Selain kesepakatan dagang fase I, data ekonomi dari China semakin membuat sentiment pelaku pasar meningkat, dan memburu aset-aset berisiko dengan imbal hasil tinggi.

Data dari Negeri Tiongkok hari ini menunjukkan purchasing managers' index (PMI) manufaktur kembali berekspansi di bulan ini, Angka indeks yang dirilis sebesar 50,2 sama dengan bulan November lalu. Sebelum November, sektor manufaktur China sudah mengalami kontraksi dalam enam bulan beruntun.

Di saat sektor manufaktur mengalami kontraksi, ekonomi China hanya tumbuh 6% pada kuartal III-2019, menjadi yang terendah sejak tahun 1992.

Kebangkitan sektor manufaktur tentunya menjadi kabar bagus tidak hanya bagi China, tetapi juga bagi pasar global. Pertumbuhan ekonomi Negeri Tiongkok bisa bangkit kembali, yang bisa membantu mengerek naik pertumbuhan ekonomi global.

Selain sentiment pelaku pasar yang sedang bagus-bagusnya, indeks indeks dolar AS yang sedang loyo juga mempermudah rupiah untuk kembali menguat.
Pada perdagangan Senin indeks dolar berakhir melemah 0,17% ke 96,74, dan berada di dekat level terendah enam bulan.

Pelemahan indeks dolar berlanjut pada pagi ini, terpantau pada pukul 10:22 WIB melemah 0,06% di level 96,68, sehingga peluang rupiah mengakhiri tahun di level terkuat 2019 semakin terbuka lebar. 

TIM RISET CNBC INDONESIA 

[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)

Let's block ads! (Why?)



Dunia - Terkini - Google Berita
December 31, 2019 at 10:40AM
https://ift.tt/2Qy05ev

Top! Rupiah Capai Level Terkuat 2019, Perkasa di Kurs Jisdor - CNBC Indonesia
Dunia - Terkini - Google Berita
https://ift.tt/2M0nSS7
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Top! Rupiah Capai Level Terkuat 2019, Perkasa di Kurs Jisdor - CNBC Indonesia"

Post a Comment

Powered by Blogger.